ya

Senin, 13 Oktober 2014

DEFINISI PSIKOTERAPI, OBJEK PSIKOTERAPI DAN METODOLOGI PSIKOTERAPI DALAM ISLAM (KELOMPOK 5)



Tugas kelompok 5                                                                              Dosen Pembimbing
Psikoterapi Islam                                                                                M. Fahli Zatra Hadi, M.Pd



Defenisi Psikoterapi Objek Psikoterapi dan Metodologi Psikoterapi dalam Islam



Disusun oleh:
Sumiatun
Zura Apriyani

 BIMBINGAN KONSELING ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM  RIAU
2014


KATA PENGANTAR
     Assalamualaikum wr.wb
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya serta nikmat kesehatan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yaitu tentang Defenisi Psikoterapi Objek Psikoterapi dan Metodologi Psikoterapi dalam Islam. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah dari Psikoterapi Islam.
 Pada kesempatan ini penulis ucapkan terima kasih kepada bapak M. Fahli Zatra Hadi, M.Pd selaku dosen pembimbing, karena beliau yang telah membimbing penulis sehingga makalah ini selesai. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada rekan-rekan karena telah memberi saran dan masukan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
   Wassalammualaikum wr.wb


Pekanbaru, September 2014

Penulis






DAFTAR ISI
SAMPUL HALAMAN
KATA PENGANTAR                                                                                                              i
DAFTAR ISI                                                                                                                            ii
BAB I : PENDAHULUAN
A.    Latar belakang                                                                                                                          1
B.     Rumusan  masalah                                                                                                        1
C.     Tujuan makalah                                                                                                             1

BAB II : PEMBAHASAN
A.     Defenisi Psikoterapi Islam                                                                                           2
B.     Objek psikoterapi Islam                                                                                                4
C.     Metodologi psikoterapi Islam                                                                                       6

BAB III : PENUTUP
A.    Kesimpulan                                                                                                                   9
B.     Saran                                                                                                                             9
Daftar Pustaka






BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Islam adalah agama yang sangat agung. Yang memberikan pencerahan pada manuisa dalam berbagai aspek terkait dengan alam semesta manusia dan kehidupan. Dengan kata lain Islam adalah sebuah ideologi(tidak sekedar agama ritual) yang mampu menjawab setiap problematika umat manusia.
        Setiap orang memiliki masalah dalam hidupnya, terkadang masalah itu terlihat sangat besar sekali dan terkadang terlihat sangat kecil sekali. Sebuah masalah yang ditangani secara tepat akan mengahsilkan kepuasan tersendiri tapi apabila masalah itu kurang tepat penanganannya akan menimbulkan kekacaun atau masalah baru yang lebih besar lagi.
        Dalam studi psikologi penanngan yang tepat terhadap klien sangat di perhatikan. Setiap klien memiliki gangguan jiwa yang bermacam – macam. Ada yang bisa ditangani oleh seorang psikolog atau psikiater dan ada yang tidak bisa ditangani. Gangguan – gangguan yang bisa ditangani oleh psikolog atau psikiater maka gangguan itu bisa disembuhkan dengan menjalani psikoterapi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan psikoterapi Islam?
2.      Siapa yang menjadi objek dalam psikoterapi Islam?
3.      Apa saja metodologi dari psikoterapi Islam?

C.     Tujuan Makalah
Makalah ini dibuat untuk mengetahui tinjauan umum tentang psikoterapi dalam islam, seperti defenisi psikoterapi Islam, objek psikoterapi Islam dan metodologi psikoterapi Islam.
BAB II
PEMBAHASAN

A.    Defenisi Psikoterapi Islam
Istilah psikoterapi (psychotherapy) mempunyai pengertian cukup banyak dan kabur, terutama karena istilah tersebut digunakan dalam berbagai bidang operasional ilmu empiris seperti psikiatri, psikologi, bimbingan dan penyuluhan (Guidance and Counseling).
Dalam perspektif bahasa kata psikoterapi berasal dari kata “psyche” dan “therapy” psyche mempunyai beberapa arti, antara lain:
1.      Jiwa dan hati
2.      Dalam mitologi Yunani, psyche adalah seorang gais cantik yang bersayap kupu-kupu. Jiwa digambarkan berupa gadis dan kupu-kupu symbol keabadian.
3.      Ruh, akall dan diri (Dzat)
4.      Dalam bahasa arab psyche dapat dipadankan dengan “nafs”dengan bentuk jama’nya “anfus atau nufus”. Ia memiliki beberapa arti, diantaranya jiwa, ruh, darah, jasad, orang, dan diri sendiri.
Dari beberapa arti secara etimologis dapat difahami, bahwa psyche atau nafs adalah bagian dari diri manusia dari aspek yang lebih bersifat rohaniyah  dan paling tidak lebih banyak menyingung sisi yang dalam dari eksistensi manusia.
Firman Allah SWT :
$pkçJ­ƒr'¯»tƒ ß§øÿ¨Z9$# èp¨ZÍ´yJôÜßJø9$# ÇËÐÈ ûÓÉëÅ_ö$# 4n<Î) Å7În/u ZpuŠÅÊ#u Zp¨ŠÅÊó£D ÇËÑÈ Í?ä{÷Š$$sù Îû Ï»t6Ïã ÇËÒÈ Í?ä{÷Š$#ur ÓÉL¨Zy_ ÇÌÉÈ
 “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan ridha dan diridhai-Nya. Kemudian masuklah kedalam golongan hamba-hamba ku dan masuklah kedalam surga-ku” (Al-Fajr, 89:27-30).

Adapun kata “therapy” dalam bahasa inggris bermakna pengobatan dan penyembuhan, sedangkan dalam bahasa arab kata therapy sepadan dengan “Al Istisyfa” digunakan oleh muhammmad Abdul Aziz al Khalidiy dalam kitabnya’’Al Istisyfa’bil Quran.Firman Allah Ta’ala yang memuat kata syifa’.
 $pkšr'¯»tƒ â¨$¨Z9$# ôs% Nä3ø?uä!$y_ ×psàÏãöq¨B `ÏiB öNà6În/§ Öä!$xÿÏ©ur $yJÏj9 Îû ÍrߐÁ9$# Yèdur ×puH÷quur tûüÏYÏB÷sßJù=Ïj9 ÇÎÐÈ
‘’Wahai manusia,sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari tuhanmu dan penyembuh penyakit yang ada didalam dada,dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (percaya dan yakin)’’ .(yunus,10:57) .

Pada hakikatnya Allah lah yang maha penyembuh, maha obat dan maha penyehat. Dan prosesnya adakalanya dia langsung secara pribadi, dan adakalanya diutusnya seorang malaikat atau Nabi-Nya.
Kata-kata “Syifa atau Istisyfa” mengandung beberapa makna seperti :
1.      Ahsanah artinya mengadakan perbaikan
2.      Ashlaha artinya melakukan perbaikan
3.      Tharah  artinya mensucikan, membersihkan
4.      Akhraja  artinya mengeluarkan, mengusir, membuang, atau meniadakan
5.      Syaraha  artinya menjelaskan, membuka, meluaskan dan melapangkan.
6.      Wadha’an  artinya hilangkan, cabutkan
7.      Ghafara artinya menutupi, mengampuni, memperbaiki
8.      Kaffara artinya menghapuskan, dan mengampuni
9.      Naza’a artinya mencabut, mengeluarkan dan menjauhkan[1]

Psikoterapi yang lahir pada pertengahan dan akhir abad yang lalu, dilihat secara etimologis mempunyai arti sederhana, yakni “psyche” yang artinya jelas, yaitu “mind” atau sederhananya jiwa. Dan “therapy” dari bahasa yunani yang berarti “merawat” aatau “mengasuh”, sehingga psikoterapi dalam arti sempitnya adalah perawatan terhadap aspek kejiwaan seseorang. Dalam Oxford English Dictionary perkataan “psychotherapeutic” yang diartikan sebagai perawatan terhadap sesuatu penyakit dengan mempergunakan teknik psikologis untuk melakukan intervensi psikis.[2]
Dengan demikian psikoterapi dapat dipandang sebagai penerapan metode psikologis terhadap perlakuan pada kondisi manusia.[3]

B.     Objek Psikoterapi Islam
Objek atau sasaran yang menjadi fokus penyembuhan,  perawatan dan pengobatan dari psikoterapi Islam adalah manusia (insan) secara utuh, yakni yang berkaitan atau menyangkut dengan ganguan pada :
1.      Mental, yaitu yang berhubungan dengan fikiran, akal, ingatan atau proses yang berasiosasi dengan pikiran, akal dan ingatan. Seperti mudah lupa, malas berfikir, tidak mampu berkonsentrasi, tidak dapat mengambil suatu keputusan dengan baik dan benar, bahkan tidak memiliki kemampuan membedakan antara halal dan haram yang mudharat serta yang hak dan yang batil.
Demi untuk menjaga dan memelihara kesehatan mental itu Allah Ta’ala mengharamkan dari orang-orang yang telah beriman, percaya dan meyakini akan adanya dia.

2.      Spiritual, yaitu yang berhubungan dengan masalah ruh, semangat atau jiwa, religious, yang berhubungan agama, keimanan, kesalehan dan menyangkut nilai-nilai Transendental. Seperti syirik (menduakan Allah), Nifak, fasik dan kufur, lemah keyakinan dan tertutup alam gaib, semua itu akibat dari kedurhakaan dan pengingkaran kepada Allah SWT.
Firman Allah :

“sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni seseorang yang berbuat syrik (menduakan) kepada-Nya,dan dia akan mengampuni selain dari perbuatan syirik kepada siapa saja yang dia kehendaki.dan barang siapa berbuat  syirik kepada allah,maka benar-benar ia telah berbuat dosa besar’’ .(An Nisaa;4:8) 

Ayat di atas telah menerangkan secara jelas tentang eksistensi orang-orang yang berbuat syirik atau menyekutukan dia dengan sesuatu,sehingga mereka itu benar-benar telah rusak dan sakit parah spiritualnya, bahkan Allah Ta’ala menyebutkan mereka sebagai orang-orang yang:
a.       Tidak mendapat ampunan selama perbuatan syirik itu belum ditinggalkan
b.      Keluar dari bimbingan dan hidayahnya
c.       Diharamkan surga dan dihalalkan neraka baginya
d.      Terombang-ambing dalam kegelisahan, kebimbangan, dan kegalauan hidup

Selain itu Nifak adalah penyakit sepiritual yang juga sangat berbahaya, yaitu sifat yang mendua. Dalam hati ia sangat menentang kebenaran Allah, tetapi lisannya melanjutkan kata-kata dan kalimat kebaikan, kebenaran dan ketakwaan.
Rasulullah saw, menerangkan bahwa tanda-tanda orang munafik ada tiga, pertama jika ia berkata ia berdusta, kedua jika ia berjanji ia tidak menepatinya (ingkar) dan jika dipercaya ia berhianat.
Penyakit batiniyah atau spiritual ini sangat sulit untuk disembuhkan atau diobati karena ia sangat tersembunyi didalam diri setiap orang. Oleh karena itu tanpa ada pertolongan dan petunjuk serta bimbingan dari Allah Ta’ala. Maka penyakit itu tidak akan pernah disembuhkan dengan mudah.
Demikian pula penyakit batiniyah seperti fasiq, yaitu sifat atau sikap menganggap enteng hukum-hukum dan hak-hak Allah Ta’ala, suka menunda-nunda untuk melakukan suatu perbuatan kebenaran dan kebaikan, menganggap enteng perkara-perkara yang berhubungan dengan akhlak dan moral.
3.      Moral (akhlak) yaitu suatu keadaan yang melekat pada jiwa manusia yang daripadanya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah, tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan atau penelitian atau sikap mental dan watak yang terjabarkan dalam bentuk : berfikir, berbicara, bertingkah laku dan sebagainya. Moral, akhlak atau tingkah laku merupakan ekspresi dari kondisi mental dan spiritual. Ia muncul dan hadir secara spontan dan otomatis, dan tidak dapat dibuat-buat atau direkayasa. Perbuatan dan tingkah laku kadang sering tidak disadari bahwa perbuatannya menyimpang norma-norma agama Islam dan dapat membahayakan dirinya dan orang lain. Seperti liar, pemarah, sembrono, dengki, dendam, suka mengambil hak orang lain, berprasangka buruk, pemalas, dan mudah putus asa. Dalam ajaran Islam perbuatan ini sangat tercela dan di murkai Allah dan Rasul-Nya.

4.      Fisik (jasmaniyah) tidak semua ganguan fisik dapat disembuhkan dengan psikoterapis islam, kecuali memang ada izin dari Allah SWT.


C.    Metodologi psikoterapi Islam
Sebagai suatu ilmu,psikoterapi Islam harus mempunyai metode dan dengan metode itulah fungsi dan tujuan dari esensi ilmu ini dapat tercapai dengan baik, benar dan ilmiahnya. Artinya ilmu ini membawa manfaat bagi umat manusia, dan ia benar karena berasal dan berakar dari kebenaran ilahiyah, serta ilmiah, karena dapat dengan mudah dipahami, diaplikasikan dan dialami oleh siapa saja yang ingin mengambil manfaat dan kebaikan dari ilmu ini.

Adapun metode-metode yang dipakai oleh psikoterapi Islam adalah
1.      Metode ilmiah (Method of Science)
Metode ilmiah adalah metode yang selalu dan sering diaplikasikan dalam dunia pengetahuan pada umumnya. Dan untuk membuktikan suatu kebenaran dan hipotesa-hipotesa maka dibutuhkan penelitian secara empiris dilapangan, dan untuk mencapai kesempurnaan, paling tidak mendekati kesempurnaan untuk penelitian hipotesa itu, maka metode ini sangat dibutuhkan dengan teknik-teknik seperti interview (wawancara), experiment, observasi (pengamatan), test dan survey dilapangan.

2.      Metode keyakinan (Method of Tenacity)
Metode keyakinan adalah metode berdasarkan suatu keyakinan yang kuat yang dimiliki oleh seorang peneliti. Keyakinan itu dapat diraih melalui :
a.      Ilmul yaqin, yaitu suatu keyakinan yang diperoleh berdasarkan ilmu teoritis.
b.      ‘ainul yaqin, yaitu suatu keyakinan yang diperoleh melalui pengamatan mata kepala secara langsung tanpa perantara.
c.       Haqul yaqin, yaitu suatu keyakinan yang diperoleh melalui penghayatan dan pengalamn (empiris), artinya sipeneliti sekaligus menjadi pelaku dalam peristiwa dari penelitianya.
d.      Kamalul yaqin, suatu keyakinan yang sempurna dan lengkap, karena ia dibangun diatas keyakinan berdasarkan pengamatan dan penghayatan teoritis.

3.      Metode otoritas (Method of outhority)
Metode otoritas adalah suatu metode dengan menggunakan otoritas yang dimiliki oleh seorang peneliti / psikoterapi, yaitu berdasarkan keahlian, kewibawaan dan pengaruh positif. Atas dasar itulah seorang psikoterapis memiliki hak penuh untuk melakukan tindakan secara bertangung jawabnya. Apabila seorang psikoterapis memiliki otoritas yang tinggi, maka sangat membantu dalam mempercepat proses penyembuhan terhadap suatu penyakit atau ganguan yang sedang diderita oleh seseorang.

4.      Metode intuisi atau ilham (method of intuition )
          Metode intuisi atau ilham adalah metode  berdasarkan ilham yang bersifat wahyu yang datangnya dari allag Ta’ala.Metode ini sering dilakukan oleh para sufi dan orang-orang yang dekat dengan allah Ta’ala dan mereka memiliki pandangan batin yang tajam (Bashirah ),serta tersingkapnya alam kegaiban (mukasysyafah).
         Ada satu metode lagi yang digunakan oleh para kaum sufi dalam mereka melakukan proses pensucian diri dan evolusi spiritual. metode ini tidak hanya bertujuan memberikan penyembuhan  dan perawatan,akan tetapi sampai kepada peningkatan kualitas dari esensi manusia,yaitu penemuan jati diri dari citra diri yang mulia dan suci.
         Metode Tasawwuf (method of Sufism ),adalah suatu metode peleburan diri dari sifat-sifat,karakter-karakter dan perbuatan-perbuatan yang menyimpang dari kehendak dan tuntunan ketuhanan.Metode ini dibagi tiga, yakni:
a.       Takhalli, yaitu metode pengosongan diri dari bekasan pengingkaran (dosa) terhadap Allah Ta’ala dengan jalan melakukan pertobatan yang sesungguhnya (nasuha).
b.      Tahalli, yaitu pengisian diri dengan ibadah dan ketaatan, aplikasi tauhid dan akhlak yang terpuji dan mulia.
c.       Tajalli, dalam makna bahasa dapat berarti tampak, terbuka, menampakan atau menyatakan diri.[4]        


























                       
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Jadi dapat disimpulkan bahwa psikoterapi adalah sebagai penyembuhan atau perawatan dan pengasuhan terhadap seseorang yang didalam dirinya terdapat penyakit-penyakit mental, seperti dengki, takabur, munafik, iri, mudah putus asa dan masih banyak  lagi. Sehingga dengan adanya terapi penyakit tersebut dapat dihilangkan dari diri seseorang,  dan berada dijalan Allah sesuai dengan kaidah-kaidah agama islam. Adapun penggunaan-penggunaan dalam metodologi psikoterapi islam seperti :
1.      Metode ilmiah
2.      Metode keyakinan
3.      Metode otoritas
4.      Metode intuisi

B.     Saran
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca, penulis dan pendengar. Adapun kritik dan saran dari para pembaca yang sifatnya membangun makalah ini, sangat penulis harapkan.












                                                DAFTAR PUSTAKA
Graham, Helen. (2003),  Psikologi Humanistik. Yogyakarta: pustaka pelajar.
Bakran Adz-Dzky, Hamdani. (2004), Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
Gunarsa, Singgih D. (2003), Konseling dan Terapi, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.




[1] HM. Hamdani Bakran Adz-Dzaky, Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru, 2004, hlm. 225-236
[2] Prof. Dr. Singgih D. Gunarsa, Konseling dan Terapi,  Jakarta: PT BPK Gunung Mulia, 2003,  hlm. 154
[3] Helen Graham,  Psikologi Humanistik, Yogyakarta: Pustaka Pelajar,  2003,  hlm. 77.
[4] HM. Hamdani Bakran Adz-Dzaky,  Konseling dan Psikoterapi Islam, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru,  2004,  hlm. 237-270.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar