TUGAS KELOMPOK DOSEN
PEMBIMBING
Psikoterapi Islam M.
Fahli Zatra Hadi. M.Pd
TINJAUAN
UMUM TENTANG PSIKOTERAPI
DALAM
ISLAM
DISUSUN OLEH:
KELOMPOK
VI
RATNA
SARI DEWI
RISKA
PRATAMA
JURUSAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM
RIAU
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur Penulis
ucapkan atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan
kesehatan kepada Penulis sehingga Penulis dapat menyelesaikan Makalah mengenai Tinjauan Umum Tentang Psikoterapi
Dalam Islam. Tidaklupa
pula Penulisucapkanterimakasihatasbimbingan yang telahdiberikanolehDosenPembimbingBapakM. Fahli Zatra Hadi, M.Pd sehinggaPenulisdapatmenyelesaikanMakalahini.
Meskipuntelahberusahadengansegenapkemampuan,
namunPenulismenyadaribahwaMakalahinimasihjauhdarikesempurnaankarenaPenulismasihdalamtahapPerkuliahan.Olehsebabitu,
dengankerendahanhatiPenulismengharapkankritikdan saran yang
positifgunapenyempurnaanMakalahini.
SemogaMakalahinidapatmemberikanmanfaatdandapatdijadikansebagaisumberinformasibagipembaca.Atas kritik dan saran yang positif dari pembaca, Penulis
ucapkan terima kasih.
Pekanbaru, 23 September 2014
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LatarBelakang
Manusia sebagai makhluk yang diciptakan lebih
sempurna dibandingkan dengan makhluk yang lainnya, tentu juga masih memiliki
kekurangan dan kelemahan. Sebab yang maha sempurna hanyalah sang pencipta.
Dalam menjalani kehidupan di dunia manusia tidak lepas dari berbagai masalah
yang muncul karena kekuranga dan kelemahan yang dimilikinya. Masalah yang
muncul dapat berasal dari dalam diri maupun dari lingkungannya.
Masalah yang muncul tersebut dikenal sebagai
gangguan atau penyakit, ada yang disebut dengan penyakit fisik adapula penyakit
hati atau penyakit jiwa. Penyakit fisik dapat disembuhkan dengan berbagai jenis
obat baik tradisional maupun obat modern. Sedangkan untuk pengobatan penyakit
jiwa dapat dilakukan melalui terapi, yang dalam dunia psikologi disebut dengan
psikoterapi yang memiliki berbagai fungsi dan tujuan untuk memberikan
pertolongan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana
fungsi psikoterapi Islam?
2.
Bagaimana
tujuan psikoterapi Islam ?
3.
Bagiamana
paradigma psikoterapi Islam ?
C.
Tujuan
Tujuandaripembuatanmakalahiniuntukmengetahuidanmemahamitentangfungsi, tujuan dan paradigma psikoterapi Islam.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Fungsi dan Tujuan Psikoterapi
Sebagai
suatu ilmu tentu saja Psikoterapi Islam mempunyai fungsi dan tujuan yang
komplit, nyata dan mulia.
a.
Fungsi
psikoterapi
Ada beberapa fungsi psikoterapi islam, yaitu:
1.
Fungsi
pemahaman (Understanding)
Memberikan
pemahaman dan pengertian tentang manusia dan prolematikanya dalam hidup dan
kehidupan serta bagaimana mencari solusi dari problematika itu secara baik,
benar dan mulia. Memberikan pemahaman pula bahawasanya ajaran Islam (Al-Qur’an
dan As-Sunnah) merupakan sumber yang paing lengkap, benar dan suci untuk
menyelesaikan berbagai problematika yang berkaitan dengan pribadi manusia
dengan Tuhan-nya, pribadi manusia dengan dirinya sendiri, pribadi manusia
dengan lingkungan keluarganya, pribadi manusia dengan lingkungan sosialnya.
2.
Fungsi
pengendalian (Control)
Memberikan
potensi yang dapat mengarahkan aktifitas setiap hamba Allah agar tetap terjaga
dalam pengendalian dan pengawasan Allah Ta’ala. Sehingga tidak akan keluar dari
hal kebenaran, kebaikan dan kemanfaatan.
3.
Fungsi
peramalan atau analisis (Prediction)
Sesungguhnya
dengan ilmu, seseorang akan memiliki potensi dasar untuk dapat melakukan
analisa kedepan tentang segala peristiwa, kejadian dan perkembangan.
4.
Fungsi
pengembangan (development)
Mengembangkan
ilmu keislaman, khususnya tentang manusia dan seluk-beluknya, baik yang
berhubungan dengan problematika ketuhanan menuju keinsanan; baik yang bersifat
teoritis, aplikatif maupun empirik. Bahkan bagi yang mempelajari dan
mengaplikasikan ilmu, ia pun berarti melakukan proses pengembangan eksistensi
keinsanannya menuju kepada esensi keinsanan yang sempurna.
5.
Fungsi
pendidikan (Education)
Hakikat
pendidikan adalah meningkatkan kualitas sumberdaya manusia, misalnya dari
keadaan tidak tahu menjadi tahu, dari buruk menajadi baik, atau dari yang sudah
baik menjadi lebih baik lagi. Fungsi utama datangnya para Nabi dan Rasul adalah
memberikan pendidikan kepada seluruh umat manusia, agar menjadi pandai, kritis
dan brillian. Dengan potensi itu seorang manusia akan dapat menjadi seorang
manusia yang unggul dan sempurna (INSAN KAMIL) dimata Tuhan-nya. Psikoterapi
islam memberikan bimbingan dalam proses pendidikan melepaskan diri dari
bekasan-bekasan dosa dan kedurhakaan serta pengaruh-pengaruh negatif lainnya.
Disamping fungsi-fungsi utama tersebut, masih ada fungsi
yang bersifat spesifik, yaitu:
1.
Fungsi
pencegahan (Prevention)
Dengan
mempelajari dan memahami ilmu ini, seseorang akan dapat terhindar dari hal-hal,
keadaan atau peristiwa yang membahayakan dirinya, jiwa, mental, spritual atau
moralnya.
2.
Fungsi
penyembuhan / perawatan ( Treatment)
Psikoterapi
islam akan membantu seseorang akan melakukan pengobatan, penyembuhan dan
perawatan terhadap gangguan atau penyakit, khususnya terhadap gangguan mental,
spiritual dan kejiwaan seperti dengan berzikir.
3.
Fungsi
pensucian atau pembersihan (Sterilisasi
or purification)
Psikoterapi
islam melakukan upaya pensucian-pensucian diri dari bekasan-bekasan dosa dan
kedurhakaan dengan pensucian najis (istinja’), pensucian yang kotor (mandi),
pensucian yang bersih (wudhu), pensucian yang suci / fitri (shalat taubat) dll.
b.
Tujuan
psikoterapi islam
1.
Memberikan
pertolongan keapada setiap individu agar sehat jasmaniyah dan rohaniyah, atau
sehat mental, spiritual dan moral, atau sehat jiwa dan raganya
2.
Menggali
dan mengembangkan potensi esensial sumber daya insani
mengantarkan individu kepada perubahan konstruksi dalam
kepribadian dan etos kerja
3.
Meningkatkan
kualitas keimanan, keislaman, keihsanan dan katauhidan dalam kehidupan
sehari-hari dan nyata
4.
Mengantarkan
individu mengenal, mencintai dan berjumpa dengan esensi diri, atau jati diri dan citra diri serta zat yang maha
suci yaitu Allah SWT.[1]
Tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikodinamik menurut
Ivei et al (1987) adalah “membuat sesuatu yang tidak sadar menjadi sesuatu yang
disadari”. Dan tujuan psikoterapi dengan pendekatan psikoanalisis menurut Corey
(1991) sama dengan pendekatan psikodinamik menurut Ivei, yaitu dirumuska
sebagai “membuat sesuatu yang tudak sadar menjadi sesuatu yang disadari”.
Sedangkan psikoterapi dengan pendekatan rogerian terpusat pada pribadi, menurut
Corey (1991) adalah “untuk memberikan suasana
aman dan bebas agar klien bisa mengeksplorasi dirinyadengan enak, sehingga ia
bisa mengenali hal-ha yang mencegah pertumbuhannya dan bisa mengalami
aspek-aspek pada dirinyayang sebelumnya ditolak atau terhambat.[2]
B. Paradigma
Psikoterapi Islam
Paradigma
adalah sistem atau model konseptual yang mrnggambarkan suatu aspek kenyataan
dimana nantinya dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan tentang bagaimana atau apa
langkah-langkah yang harus diambil untuk menjalankan suatu penelitian.
Paradigma
psikoterapi islam jelas berakar pada Al-Qur’an dan As-Sunnah (normatif),
Empiris (pengalaman) dan Science (ilmu pemgetahuan), yakni dapat dijabarkan
sebagai berikut:
1.
Al-Qur’an
Al-Qur’an
adalah wahyu Allah Ta’ala yang telah diturunkan oleh Allah Ta’ala kepada
Rasul-nya Muhammad saw. melalui seorang malaikat Jibril as. Adapun arti
penyembuhan/obat (syifa) yang
terdapat dalam Al-Qur’an menunjukkan
bahwa Al-Qur’an itulah akal yang menyembuhkan bagi siapa saja yang meyakininya.
Al-Qur’an sebagai penyembuh dibagi menjadi dua bagian:
Ø
Bersifat
umum. Seluruh isi Al-Qur’an secara maknawi, surat-surat, ayat-ayat, maupun
huruf-hurufnya memiliki potensi penyembuh atau obat.
Ø
Bersifat
khusus. Bukan seluruh Al-Qur’an, melainkan hanya sebagain, bahwa ada dari
ayat-ayat atau surat-surat dapat menjadi obat atau penyembuh terhadap suatu
penyakit secara spesifik bagi orang-orang yang beriman dan meyakini akan kekuasaan Allah Ta’ala, sebagaimana firman
Allah dalam surah Al-Israa yang artinya: “Dan kami menurunkan sebagian dari
Al-Qur’an sebagai obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (Al-Israa:82).
Ayat yang memiliki kekhususan yaitu:
Asmaul husna, kalimat basmalah, surah Al-Fatihah dan beberapa surah yang
lainnya, seperti Q.S Al-Baqarah, Q.S Al-Kahfi.
2.
As-Sunnah
(Al-Hadits)
Ada
beberapa hadits yang menyatakan
bagaimana Rasulullah saw. melakukan penyembuhan secara psikoterapi diantaranya:
Dari
Abu Said ra. ia menyatakan bahwa malaikat Jibril as. berkata kepada Rasulullah
saw: “Wahai Muhammad apakah anda sedang sakit? Nabi saw. menjawab: “benar”.
Berkata Jibril as: “Dengan nama Allah aku mambaca mantra (do’a) untuk-mu dari
segala sesuatu yang menyusahkan mu, dari semua jiwa atau mata orang yang
dengki. Allah akan menyembuhkan mu. Dengan nama Allah aku membacakan mantra
(do’a) untuk menangkalmu.
Dari
‘Aisyah ra. beliau menyatakan: “Bahwasanya apabila Rasulullah saw. sakit,
beliau membaca dua surah Al-Qur’an (Al-Falaq dan An-Naas) untuk dirinya dan
meniupkannya. Kemudian ketika sakitnya bertambah keras, maka sayalah yang membacanya lalu saya usapkan
ketempat yang sakit itu dengan menggunakan tangan beliau, demi mengharapkan
berkahnya. (HR. Muslim)
3.
Empirik
(pengalaman) orang-orang shaleh
Pengalaman
para sahabat ketika ditengah-tengah perkampungan mereka menemukan seorang
kepala suku atau suatu kaum yang tersengat binatang binatang berbisa. Salah
seorang dari sahabat Nabi Muhammad saw. mengobati dan menghilangkan bisa itu
dengan membaca surah Al-Fatihah.
Demikian
pula Syekh Ibnu Al Qayyim Al Jauziyah dalam kitabnya Ad Daa’wa Ad Dawaa’,
beliau menceritakan pengalamannya: “Ketika saya bermukim di kota Mekkah
beberapa waktu saya pernah terkena suatu penyakit, dan saya pun telah berupaya
untuk menemukan seorang dokter maupun obat, namun tidak seaorangpun dokter dan
satu obatpun yang saya temukan. Akhirnya, saya mencoba menyembuhkannya sendiri
dengan menggunakan surah Al-Fatihah setelah berlangsung beberapa lama, saya
melihat hasilnya yang begitu menakjubkan.[3]
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Ada beberapa fungsi dari psokoterapi Islam, yaitu: fungsi
pemahaman, fungsi pengendalian, fungsi peramalan, fungsi pengembangan dan
fungsi pendidikan. Disamping itu ada pula fungsi yang bersifat spesifik, yaitu:
fungsi pencegahan, fungsi penyembuhan dan perawatan, fungsi pensucian dan
fungsi pembersihan. Berdasarkan fungsi tersebut, tujuan utama psikoterapi Islam
adalah mengembangkan kesehatan mental pada diri pribadi dan masyarakat serta
meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah.
Paradigma psikoterapi islam jelas berakar pada Al-Qur’an
dan As-Sunnah (normatif), Empiris (pengalaman) dan Science (ilmu pemgetahuan),
yakni: Al-Qur’an, As- Sunnah dan Empirik. Psikoterapi Islam tidak hanya
membantu manusia sehat secara psikologis, tetapi juga membantu meningkatkan
keimanan dan ketakwaannya kepada Allah SWT.
B.
Kritikdan Saran
Adapunkritikdan saran daripembaca yang
sifatnyamembangundanmemperbaikisangat kami harapkan agar kami
dapatmenulisdenganlebihbaiklagi.
DAFTAR
PUSTAKA
Bakran
Adz-Dzaky, Hamdani. 2002.Konseling dan
Psikoterapi Islam, Yogyakarta: Fajar Pustaka Baru.
Gunarsa, Singgih D. 2003.Konseling dan Terapi, Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
[1]M.
Hamdani Bakran Adz-Dzaky, Konseling dan
Psikoterapi Islam, Fajar Pustaka Baru, Yogjakarta, 2002, p. 270-279.
[2]Singgih
D Gunarsa, Konseling dan Terapi, PT.
BPK Gunung Mulia, Jakarta, 2003, p. 159.
[3]M. Hamdani Bakran Adz-Dzaky, Konseling dan Psikoterapi Islam, Fajar Pustaka Baru, Yogyakarta, 2002, p. 279-294
Tidak ada komentar:
Posting Komentar