ya

Senin, 13 Oktober 2014

TEMPAT SYETAN DAN IBLIS SERTA DAMPAK KEGAGALAN MENGALAHKAN SYETAN DAN IBLIS (KELOMPOK 3)


Mata Kuliah
Psikoterapi Islam
Dosen Pengampuh
M.Fahli Zadra Hadi


Tempat Syetan dan Iblis serta Dampak Kegagalan Mengalahkan Syetan dan Iblis
DI SUSUN OLEH :
REZI KURNIA
HAFIZHO SEPRIANTI
RETTI YULIASARI

FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM
RIAU

2014
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum WR.WB
Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah tentang Kebutuhan Manusia Terhadap Agama. Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Psikoterapi Islam.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak M.Fadli Zadra Hadi selaku dosen mata kuliah Psikoterapi Islam, karena beliau telah membimbing penulis hingga makalah ini selesai. Terima kasih juga buat rekan-rekan, karena telah memberikan masukan  sehingga penulis bisa menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Wassalammu’alaikum WR.WB

Pekanbaru, September 2014


Penulis


DAFTAR ISI
Sampul / halaman judul
Kata pengantar                                                                                                                        i
Daftar isi                                                                                                                                 ii
Bab I :
Pendahuluan :
1. Latar belakang.......................................................................................................             1
2.Rumusan masalah   ................................................................................................             1         
3.Tujuan.....................................................................................................................             1
Bab II :
Pembahasan  :
1.      Kebutuhan manusia terhadap agama...................................................................             2
a.       Tempat syetan dan iblis.................................................................................             2
b.      Dampak kegagalan manusia mengalahkan syetan dan iblis...........................             6
Bab III :
Penutup :
1.      Kesimpulan..........................................................................................................             9
2.      Saran....................................................................................................................             9
Daftar pustaka


BAB I
PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang
Sejak Allah Ta’ala mengusir setan dan iblis dari surga, maka saat itu pulalah mereka tidak lagi memiliki tempat-tempatmulia, terhormat dan bersih. Rasulullah SAW. menjelaskan bahwa sesungguhnya iblis itu selalu meletakkan singgahsananya di atas air, kemudian ia mengirimkan pasukan-pasukannya. Yang terdekat ke dudukannaya dengan iblis itu ialah yang paling besar dalam hal menyebarkan fitnah. Salah seorang di antara pengikut mereka itu ada yang datang kepada iblis kemudian ia menyatakan : “saya telah mengerjakan demikian, demikian”. Sang iblis kemudian berkata :”engakau belum mengerjakan pekerjaan apa-apa”. Salah seorang pengikutnya yang lain datang, lalu berkata juga :”saya tidak meninggalkan orang yang saya goda itu sampai saya dapat memisahkan antara dia dan istrinya”. Kemudian iblis mendekatkan dirinya dengan pengikutnya itu sambil berkata :”pekerjaan mu sungguh memuaskan”.

2.      Rumusan masalah
a.       Dimana tempat syetan dan iblis tinggal?
b.      Apa dampak kegagalan mengalahkan syetan dan iblis?

3.      Tujuan
Untuk mengetahui dimana tempat syetan dan iblis serta apa dampak kegagalan mengalahkan iblis.










BAB II
PEMBAHASAN
1.      Tempat syetan dan iblis
Dalam hadist yang bersumber dari Abdullah bin Mas’ud RA. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dimana Rasulullah SAW. menerangkan bahwa dalam diri setiap manusi terdapat dua departemen, yaitu departemen jin atau syetan dan malaikat. Tetapi bagi Rasulullah SAW. syetan yang berada didalam diri beliau telah dilenyapkan oleh Allah. Bagaimana dengan kita? Tentu saja apa bila kita mengikuti dan meneladani proses perjalanan keimanan, ketakwaan, serta ketauhidan beliau kepada Allah SWT. Dengan sungguh-sungguh, disiplin dan semangant yang tinggi Insya Allah, Dia pun akan menghilangkan syetan-syetan dan iblis-iblis itu dari dalam diri kita.
Dari uraian itu dapat dipahami bahwasanya, tempat syetan dan iblis berkembang dan menjalankan aktifitas kejahatan mereka berada pada dua tempat, yaitu :
1.      Di luar diri manusia
Mereka berada pada setiap ruang tempatdan waktu, selama ketiga keberadaan itu kosong dan sepi dari kalimah-kalimah, ayat-ayat atau bekasan ketaatan yang dikeluarkan oleh Allah SWT. Melalui ibadah-ibadah yang telah dan senantiasa dilakukan oleh hamba-hamba-Nya yang beriman, bertakwa, dan shaleh.
Mereka juga senang bermukim di tempat-tempat yang kotor dan  bernajis, tempat orang-orang yang membunag sampah dan kotoran atau di kamar mandi. Rasulullah SAW. telah mengajarkan kepada kita agar senantiasa berdoa ketika akan memasuki kamar mandi atau tempat buang air besar atau kecil, karena didalamnya terdapat syetan yang akan selalu menganggu dan menyesatkan manusia. Syetan dan iblis sangat suka bertempat tinggal di tempat semacam itu, karena di dalamnya terdapat kotoran dan terbukanya aurat. Oleh karena itu Rasulullah SAW. juga mengatakan bahwa “Kebersihan merupakan sebagian dari iman”.

2.      Di dalam diri manusia
Sejak manusia lahir pasti syetan dan iblis selalu ingin menyertainya. Ia masuk dan berada di dalam diri manusia dengan berbagai macam cara. Diantara salah satu cara itu ialah dengan hubungan seks yang terjadi antara laki-laki dan perempuan yang bukan halalnya. Hal tersebut sangat mengundang datangnya syetan dan iblis. Syetan dan iblis tersebut menyatu dengan diri kedua manusia tersebut, bahkan sampai ke dalam sperma dan ovum. Sehingga embrio yang akan berproses menjadi seorang manusia yang sempurna secara biologis telah mengandung virus dan karakter syetan dan iblis.
Ajaran Islam telah menetapkan pedoman tentang proses sebuah perkawinan yang benar, agar siapa saja yang akan membangun rumah tangga itu benar-benar terhindar dari ikut campurnya syetan dan iblis, khususnya dalam penaburan bibit-bibit embrio kekhalifahan dalam kandungan dan rahim seorang wanita, yaitu pedoman yang bersifat presentatif antara lain :

1.      Berniat dan beriktikad yang benar dalam membangun rumah tangga
Niat dan tujuan perkawinan adalah semata-mata manifestasi dari rasa patuh dan tawadhu’ kepada Allah, mengharap ridha-Nya, cinta dan kasih sayang-Nya, bukan karena pelampiasan nafsu hewani yang bersifat biologis semata, akan tetapi sebenarnya di dalam hubungan biologis terdapat rahasia yang besar.

2.      Membaca khutbah nikah
Kalimat ini dapar dibaca oleh orang yang melakukan pernikahan atau yang lainnya, sebaimana Rasulullah SAW. pernah mengajarkan kepada Abdullah bin Mas’ud RA. yang berbunyi :
Puji-pujian milik Allah, kami memuji-Nya, memohon perlindungandan ampunan kepada-Nya, kami senantiasa berlindung dengan-Nya dari kejahatan-kejahatan yang menimpa kami; barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada orang yang dapat menyesatkannya dan baarang siapa yang di sesatkan oleh Allah, maka tidak ada orang yang dapat memberi petunjuk baginya, dan saya bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah, dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nyya; lalu (Allah berfirman):”wahaimanusi bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan Dia telah menciptakan ddarinya istrinya, dan Dia kembangbiakkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Daan bertaqwalah kamu kepada Allah yang kalian saling meminta dengan-Nya dan peliharalah hubungan kasih saying. Sesungguhnya Allah senantiasa Maha Mengawasi kamu semua. “”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu semua kepada Allah, dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Dia akan memperbaiki untuk kamu amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa yang sellu mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia pasti mendapat kemenanggan yang besar”. (HR.Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, An Nasai).

3.      Berdoa setelah Akad Nikah
Sesungguhnya Rasulullah SAW., apabila telah mendengarkan seseorang telah selesai melakukan akad niak, beliau mengucapkan kalimat doa:
Semoga Allah memberkatimu, semoga Allah memberkati atasmu dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdoa dalam kebaikan.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA).

4.      Berdoa ketika akan bersetubuh
Sabda Rasulullah SAW, andaikata salah seorang dri kalian ingin mengauli istrinya hendaklah ia membaca doa :
Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan itu dari segala apa yang telah Engkau rezekikan kepada Kami, kemudian telah ditakdirkan diantra keduanya seorang anak yanh syetan tidak dapat menganggunya”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Jabir RA).

5.      Berlindung dan beribadah kepada Allah saat masa kehamilan
Rasulullah SAW. telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara membangun benteng pertahanan yang kuat dan kokoh pada diri manusia sejak ia di lahirkan kemuka bumi dari musuhnya, yaitu syetan dan iblis. Itulah kewajibn orang tua terhadap putra-putrinya, agar keduanya mendidik dan mengajarkan agama dengan baik dan benar kepada mereka sejak kecil hingga dewasa.
Upaya-upaya mengusir syetan dan iblis dari dalam diri manusia Rasulullah SAW., menjelaskan dalam beberapa hadist, antara lain :
a.       Membacakan azan ditelinga bayi
Rahasia mengazani dan mengiqomahi seorang bayi sebagaimana menurut HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky dalam bukunya berjudul Konseling dan Psikoterapi Islam, Ibnul Qoyyim al-Jauziyah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud menyebutkan ialah agar supaya getaran pertama kali yang didengar oleh seorang manusia itu adalah kalimat panggilan agung yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah SWT. serta kesaksian pertama memasiki Islam. Dam manfaat dari azan itu agar mengusir syetan, karena ia selalu mengintai anak itu hingga itu di lahirkan.( HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky,2001:96)
b.      Mentahnik bayi
Mentahnik seorang bayi yang baru lahir hukumnya adalah sunnah (yang sering dilakukan oleh Rasulullah SAW.), yaitu mengunyahkan makanan yang pertama sekali, kemudian memasukkan hasil kunyahan itu ke dalam mulut bayi yang baru lahir itu sambil beliau berdoa agar ia mendapat berkah dari Allah SWT.
c.       Mencukur rambut
Cara mencukur rambut ini ada beberapa pendapat, ada yang mengatakan sedikit saja sebagai simbolik ada juga yang mengatakan dicukur secara keseluruhan (gundul). Akan tetapi Rasulullah SAW. melarang mencukur sebagian rambut kepala dan membiarkan sebagian yang lainnya, karena merupakan perbuatan yang menganiaya kepada kepala. Rasulullah SAW. sangat memperhatikan agar seseorang muslim memiliki penampilan yang patut, indah dan menarik dihadapan masyarakat. Oleh karena itu beliau melarang keras cara-cara memotong atau mencukur rambut yang tidak sempurna itu, karena hal itu dapat mengurangi kepribadian Islam yang menjadi khas dan pembeda antara seorang muslim dengan pemeluk agama lain.
d.      Memberi nama yang baik
Hendaknya dalam memberikan nama kepada seorang anak adalah dengan nama-nama yang baik, benar dan indah. Janganlah memberikan sebuah nama kepada seorang anak dengan nama yang mengandung makna yang dapat mencelakakan dan menghinakannya kelak ia telah menjadi besar dan dewasa. “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan menyebut nama-nama kalian dan nama-nama kalian”.(HR.Abu Dawud dari Abu Darwa RA).
e.       Aqiqah
Para ulama berselisih pendapat tentang definisi aqiqah. Sebagian berpendapat bahwa aqiqah adalah menyembelih hewan kembar karena adanya kelahiran bayi. Sebagian yang lain mengatakan bahwa aqiqah adalah memotong rambut bayi. Menurut HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky dalam bukunya berjudul Konseling dan Psikoterapi Islam, Imam Jauhari mengatakan bahwa, aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya. Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan, dari penjelasan ini, nyatalah aqiqah itu disebut demikian karena mengandung dua unsure di atas ini lebih utama.
f.        Pengkhitanan
Makna khitan secara bahasa berarti memotong kulup (kulit) di atas kepala zakar, sedangkan secara istilah memotong kulit yang ada di sekitar ujung zakar atau batas pergelangan zakar yang telah di tentukan hukum syara. Menurut HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky dalam bukunya berjudul Konseling dan Psikoterapi Islam, Ibnu Hajar mengatakan, “Al-Khitan” adalah isim masdar dari kata “Khatana” yang berarti “memotong”, sama dengan “Khatn” yang berarti memotong sebagian benda yang khusus dari anggota badan yang khusus pula. ( HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky,2001:108)
g.      Pendidikan agama yang benar
Pendidikan agama hukumnya fardhu’ain, yaitu wajib bagi siapa saja yang telah mengaku dan berikrar “bahwasanya tidak ada sesembahan melainkan Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad SAW. adalah utusan Allah”. Syahadat Ilahiyah dan Rusuliyah itu harus diimplementasikan secara kongkrit dengan adanya pendidikan agama. Yaitu ajaran Islam yang memiliki pondasi utama yang vital ialah pendidikan tauhid; hal mana aplikasi dan empirisnya telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. ( HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky,2001:88-101)

2.       Dampak Kegagalan Mengalahkan Syetan dan Iblis
Hamba-hamba Allah yang dapat mengalah syetan dan iblis adalah para Nabi, Rasul, Auliya dan orang-orang Shalih. Karena ketaatan, kecintaan dan ketauhidannya kepada-nya, maka Allah telah memberi mereka Ma’unah (pertolongan), Karamah(kewalian) dan Mu’jizat (kemuliaan para Nabi-Rasul). Dengan potensi-potensi itulah mereka dapat mengalahkan keduanya; dan semata-mata Allah jualah yang memberikan pertolongan agar keduanya keluar dan menjauhkan diri dari mereka.
Strategi yang harus dilakukan oleh seorang hamba dalam memerangi syetan dan iblis harus benar-benar jitu dan akurat. Karena keduanya sangat hakus, licik, ulet dan laten. Jangan sampai keduanya bersatu pada dalam menghancurkan manusia. Iblis lebih halus dan selalu berada di dalam tubuh manusia dan ia selalu mengintai kapan kondisi sesesorang itu lemah dan lalai. Sedangkan syetan lebih banyak berada diluar manusia.
Aktifitas syetan dan iblis dalam batin manusia ibarat aktifitas virus yang ada dalam tubuh. Kapan dan dimana ada kesempatan yang baik, virus itu akan meyerbu dan menghancurkan pertahanan tubuh manusia, yaitu pada saat stamina tubuh mengalami kelemahan. Saat itulah virus akan melakukan serangan secara jitu, sehinggadengan satu gebrakan saja tubuh menjadi lemah, sakit dan lumpuh bahkan akhirnya mati. Aktifitas virus yang ada dalam tubuh manusia, sama dangan aktifitas yang dilakukan oleh syetan dan iblis. Mereka juga selalu mengintai dan menanti-nanti waktu dan saat yang tepat melumpuhksn potensi-potensi yang ada dalam diri manusia, yaitu ketika mental menjadi goyang dan moral mulai rusak.
       Pintu-pintu yang meyebabkan kekalahan manusia atas syetan dan iblis sangat banyak, diantaranya ialah:
1.      Lemah nya akal fikiran, kesadaran dan keingatan terhadap Allah SWT.
2.      Putus asa.
3.      Sombong.
4.      Rakus, tama dan serakah.
5.      Riya(pamer).
6.      Bermegah-megahan.
7.      Berbuat curang.
Itulah beberapa hal yang merupakan penyakit-penyakit rohani dan sekaligus merupakan lubang-lubang yang menyebabakan iblis dan syetan dapat berjaya leluasa menghancurkan kimanan yang ada dalam dada. Agar supaya manusia tidak terkenak penyakit-penyakit batin yang brbahaya itu, maka sangat butuh perjuangan batiniyah yang kuat, ulet dan kokoh.
Dampak yang sangat besar bagi manusia, apabila ia mengalami kegagalan dalam memerangi syetan dan iblis adalah hancurnya potensi-potensi ketuhanan yang telah Allah anugrahkan kepadanya serta bencana bagi lingkungannya.
Adapun beberapa dampak kekalahan manusia atas syetan dan iblis secara individu ialah:
1.      Akal fikiran tidak dapat lagi berfikir positif, dan menghasilkan kemuliaan , kedamaian dan ketertiban
2.       Daya ingatan sangat kuat terhadap hal-hal yang bruk, jahat dan merusak, ketimbang hal-hal yang baik, manfaat dan hikmah
3.      Akal fikiran tidak mampu atau enggan menghasilkan fikiran-fikiran dan ide-ide untuk meraih keimanan dan ketakwaan yang sempurna
4.      Jiwa selalu cenderung menggerakan seluruh anggota jasmani untuk berbuat kedurhakaan dan dosa, sehingga perkataan, sikap dan tingkah lakuselalu merugikan orang lain
5.      Tidak mempunyai perasaan belas-kasih sayang kepada orang yang lemah, bahkan cendarung untuk menyiksa dan menyakitkan mereka.
6.      Telinga tuli dari kebenaran dan enggan mendengar ayat-ayat allah

Sedangkan dampak dan pengaruh dari seorang manusia yang telah mengalami kegagalan dalam memerangi syetan dan iblis itu sangat besar dan berbahaya bagi lingkungannya. Apalagi ia telah memiliki kedudukan dan posisi penting dalam suatu kelompok masyarakat, bangsa atau negara. Besar dan kecilnya, luas dan sempitnya pengaruh itu tergantung posisi orang itu. Jika ia memegang posisi regional, ;jika posisinya mencakup nasional , maka daya jangkauanyapun sesuai dengan kekuasaan dan posisi secara fungsional.

Ciri-ciri syetan :
Ciri-ciri syetan itu sudah dijelaskan di dalam Al-Quranul karim. Diantara ciri-cirinya itu ialah :
1)      Membisikan perkataan yang indah dan menarik, untuk memperdaya manusia.
2)      Suka membujuk manusiaa untuk berbuat maksiat, sehingga mereka menganggap baik segala perbuatan keji dan mungkar di bumi ini.
3)      Berusaha mencegah orang yang ingin berjalan di jalan Allah.
4)      Berusaha menimbulkan pertentangan di dalam masyarakat, sehingga terjadi perselisihan, tuduh-menuduh, saling menfitnah dan melempar isu-isu beracun, sehingga mengakibatkan permusuhan dan kekacauan dalam masyarakat.
5)      Mencegah orang mengingat Allah (Shalat), baik secara langsung maupun tidak langsung.
6)      Suka menakut-nakuti orang Islam, dengan berbagai ancaman, jika tidak mau mengikuti kehendaknya.
7)      Menakut-nakuti orang Islam dengan kekafiran dan kemiskinan, bila orang Islam menginfakkan harta bendanya ke jalan allah, sehingga akhirnya mereka mencari-cari alasan untuk tidak membelanjakan hartanya di jalan Allah.
8)      Berusaha menjerumuskan orang Islam dalam kesesatan, dengan berpura-pura menampakkan niat baik berjuang untuk kepentingan umat Islam.(Drs.Abubakar Muhammad: 151-154)
















BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Dalam hadist yang bersumber dari Abdullah bin Mas’ud RA. yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dimana Rasulullah SAW. menerangkan bahwa dalam diri setiap manusi terdapat dua departemen, yaitu departemen jin atau syetan dan malaikat. Tetapi bagi Rasulullah SAW. syetan yang berada didalam diri beliau telah dilenyapkan oleh Allah. Bagaimana dengan kita? Tentu saja apa bila kita mengikuti dan meneladani proses perjalanan keimanan, ketakwaan, serta ketauhidan beliau kepada Allah SWT. Dengan sungguh-sungguh, disiplin dan semangant yang tinggi Insya Allah, Dia pun akan menghilangkan syetan-syetan dan iblis-iblis itu dari dalam diri kita.
Hamba-hamba Allah yang dapat mengalah syetan dan iblis adalah para Nabi, Rasul, Auliya dan orang-orang Shalih. Karena ketaatan, kecintaan dan ketauhidannya kepada-nya, maka Allah telah memberi mereka Ma’unah (pertolongan), Karamah(kewalian) dan Mu’jizat (kemuliaan para Nabi-Rasul). Dengan potensi-potensi itulah mereka dapat mengalahkan keduanya; dan semata-mata Allah jualah yang memberikan pertolongan agar keduanya keluar dan menjauhkan diri dari mereka.
2.      Saran
Semoga dengan adanya makalah ini dapat mengetahui pengetahuan pembaca tentang Tempat Syetan dan Iblis serta Dampak Kegagalan Mengalahkan Syetan dan Iblis. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.








DAFTAR PUSTAKA
Bakran Adz-Dzaky. HM.Hamdani. Konseling dan Psikoterapi Islam. Fajar Pustaka Baru. Jogyakarta : 2001
Muhammad. Drs.Abubakar. Membangun Manusia Seutuhnya. Al Ikhlas. Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar