|
Mata
Kuliah
Psikoterapi
Islam
|
Dosen
Pengampuh
M.Fahli
Zadra Hadi
|
Tempat
Syetan dan Iblis serta Dampak Kegagalan Mengalahkan Syetan dan Iblis

DI SUSUN OLEH :
REZI KURNIA
HAFIZHO SEPRIANTI
RETTI YULIASARI
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SULTAN SYARIF KASIM
RIAU
2014
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
WR.WB
Alhamdulillah
penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan makalah tentang Kebutuhan Manusia
Terhadap Agama. Makalah ini di susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah
Psikoterapi Islam.
Pada
kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak M.Fadli Zadra Hadi selaku dosen
mata kuliah Psikoterapi Islam, karena beliau telah membimbing penulis hingga
makalah ini selesai. Terima kasih juga buat rekan-rekan, karena telah
memberikan masukan sehingga penulis bisa
menyelesaikan makalah ini.
Penulis
menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik
dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu penulis harapkan demi
kesempurnaan makalah ini.
Wassalammu’alaikum
WR.WB
|
Pekanbaru, September 2014
Penulis
|
DAFTAR ISI
Sampul / halaman judul
Kata
pengantar i
Daftar
isi ii
Bab I :
Pendahuluan :
1. Latar belakang....................................................................................................... 1
2.Rumusan masalah ................................................................................................ 1
3.Tujuan..................................................................................................................... 1
Bab II :
Pembahasan :
1.
Kebutuhan manusia terhadap agama................................................................... 2
a. Tempat
syetan dan iblis................................................................................. 2
b. Dampak kegagalan manusia mengalahkan
syetan dan iblis........................... 6
Bab III :
Penutup :
1.
Kesimpulan.......................................................................................................... 9
2.
Saran.................................................................................................................... 9
Daftar
pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Sejak
Allah Ta’ala mengusir setan dan iblis dari surga, maka saat itu pulalah mereka
tidak lagi memiliki tempat-tempatmulia, terhormat dan bersih. Rasulullah SAW.
menjelaskan bahwa sesungguhnya iblis itu selalu meletakkan singgahsananya di
atas air, kemudian ia mengirimkan pasukan-pasukannya. Yang terdekat ke
dudukannaya dengan iblis itu ialah yang paling besar dalam hal menyebarkan
fitnah. Salah seorang di antara pengikut mereka itu ada yang datang kepada
iblis kemudian ia menyatakan : “saya telah mengerjakan demikian, demikian”.
Sang iblis kemudian berkata :”engakau belum mengerjakan pekerjaan apa-apa”.
Salah seorang pengikutnya yang lain datang, lalu berkata juga :”saya tidak
meninggalkan orang yang saya goda itu sampai saya dapat memisahkan antara dia
dan istrinya”. Kemudian iblis mendekatkan dirinya dengan pengikutnya itu sambil
berkata :”pekerjaan mu sungguh memuaskan”.
2. Rumusan
masalah
a. Dimana
tempat syetan dan iblis tinggal?
b. Apa
dampak kegagalan mengalahkan syetan dan iblis?
3. Tujuan
Untuk
mengetahui dimana tempat syetan dan iblis serta apa dampak kegagalan
mengalahkan iblis.
BAB
II
PEMBAHASAN
1. Tempat
syetan dan iblis
Dalam
hadist yang bersumber dari Abdullah bin Mas’ud RA. yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim dimana Rasulullah SAW. menerangkan bahwa dalam diri setiap manusi
terdapat dua departemen, yaitu departemen jin atau syetan dan malaikat. Tetapi
bagi Rasulullah SAW. syetan yang berada didalam diri beliau telah dilenyapkan
oleh Allah. Bagaimana dengan kita? Tentu saja apa bila kita mengikuti dan
meneladani proses perjalanan keimanan, ketakwaan, serta ketauhidan beliau
kepada Allah SWT. Dengan sungguh-sungguh, disiplin dan semangant yang tinggi
Insya Allah, Dia pun akan menghilangkan syetan-syetan dan iblis-iblis itu dari
dalam diri kita.
Dari
uraian itu dapat dipahami bahwasanya, tempat syetan dan iblis berkembang dan
menjalankan aktifitas kejahatan mereka berada pada dua tempat, yaitu :
1. Di
luar diri manusia
Mereka
berada pada setiap ruang tempatdan waktu, selama ketiga keberadaan itu kosong
dan sepi dari kalimah-kalimah, ayat-ayat atau bekasan ketaatan yang dikeluarkan
oleh Allah SWT. Melalui ibadah-ibadah yang telah dan senantiasa dilakukan oleh
hamba-hamba-Nya yang beriman, bertakwa, dan shaleh.
Mereka
juga senang bermukim di tempat-tempat yang kotor dan bernajis, tempat orang-orang yang membunag
sampah dan kotoran atau di kamar mandi. Rasulullah SAW. telah mengajarkan
kepada kita agar senantiasa berdoa ketika akan memasuki kamar mandi atau tempat
buang air besar atau kecil, karena didalamnya terdapat syetan yang akan selalu
menganggu dan menyesatkan manusia. Syetan dan iblis sangat suka bertempat
tinggal di tempat semacam itu, karena di dalamnya terdapat kotoran dan
terbukanya aurat. Oleh karena itu Rasulullah SAW. juga mengatakan bahwa
“Kebersihan merupakan sebagian dari iman”.
2. Di
dalam diri manusia
Sejak
manusia lahir pasti syetan dan iblis selalu ingin menyertainya. Ia masuk dan
berada di dalam diri manusia dengan berbagai macam cara.
Diantara salah satu cara itu ialah dengan hubungan seks yang terjadi antara
laki-laki dan perempuan yang bukan halalnya. Hal tersebut sangat mengundang
datangnya syetan dan iblis. Syetan dan iblis tersebut menyatu dengan diri kedua
manusia tersebut, bahkan sampai ke dalam sperma dan ovum. Sehingga embrio yang
akan berproses menjadi seorang manusia yang sempurna secara biologis telah
mengandung virus dan karakter syetan dan iblis.
Ajaran
Islam telah menetapkan pedoman tentang proses sebuah perkawinan yang benar,
agar siapa saja yang akan membangun rumah tangga itu benar-benar terhindar dari
ikut campurnya syetan dan iblis, khususnya dalam penaburan bibit-bibit embrio
kekhalifahan dalam kandungan dan rahim seorang wanita, yaitu pedoman yang
bersifat presentatif antara lain :
1. Berniat
dan beriktikad yang benar dalam membangun rumah tangga
Niat
dan tujuan perkawinan adalah semata-mata manifestasi dari rasa patuh dan
tawadhu’ kepada Allah, mengharap ridha-Nya, cinta dan kasih sayang-Nya, bukan
karena pelampiasan nafsu hewani yang bersifat biologis semata, akan tetapi
sebenarnya di dalam hubungan biologis terdapat rahasia yang besar.
2. Membaca
khutbah nikah
Kalimat
ini dapar dibaca oleh orang yang melakukan pernikahan atau yang lainnya,
sebaimana Rasulullah SAW. pernah mengajarkan kepada Abdullah bin Mas’ud RA.
yang berbunyi :
“Puji-pujian milik Allah, kami memuji-Nya,
memohon perlindungandan ampunan kepada-Nya, kami senantiasa berlindung
dengan-Nya dari kejahatan-kejahatan yang menimpa kami; barang siapa yang diberi
petunjuk oleh Allah, maka tidak ada orang yang dapat menyesatkannya dan baarang
siapa yang di sesatkan oleh Allah, maka tidak ada orang yang dapat memberi
petunjuk baginya, dan saya bersaksi bahwa tiada sesembahan selain Allah, dan
saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nyya; lalu (Allah
berfirman):”wahaimanusi bertaqwalah kamu kepada Tuhanmu yang telah menciptakan
kamu dari diri yang satu, dan Dia telah menciptakan ddarinya istrinya, dan Dia
kembangbiakkan dari keduanya laki-laki dan perempuan yang banyak. Daan
bertaqwalah kamu kepada Allah yang kalian saling meminta dengan-Nya dan
peliharalah hubungan kasih saying. Sesungguhnya Allah senantiasa Maha Mengawasi
kamu semua. “”Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu semua kepada
Allah, dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Dia akan memperbaiki untuk
kamu amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa yang sellu
mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia pasti mendapat kemenanggan
yang besar”. (HR.Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, An Nasai).
3. Berdoa
setelah Akad Nikah
Sesungguhnya
Rasulullah SAW., apabila telah mendengarkan seseorang telah selesai melakukan
akad niak, beliau mengucapkan kalimat doa:
“Semoga Allah memberkatimu, semoga Allah
memberkati atasmu dan semoga Allah mengumpulkan kamu berdoa dalam
kebaikan.”(HR.Abu Daud, Ibnu Majah dari Abu Hurairah RA).
4. Berdoa
ketika akan bersetubuh
Sabda
Rasulullah SAW, andaikata salah seorang dri kalian ingin mengauli istrinya
hendaklah ia membaca doa :
“Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari syetan dan jauhkanlah syetan
itu dari segala apa yang telah Engkau rezekikan kepada Kami, kemudian telah
ditakdirkan diantra keduanya seorang anak yanh syetan tidak dapat
menganggunya”. (HR. Bukhari dan Muslim dari Jabir RA).
5. Berlindung
dan beribadah kepada Allah saat masa kehamilan
Rasulullah
SAW. telah mengajarkan kepada umatnya bagaimana cara membangun benteng
pertahanan yang kuat dan kokoh pada diri manusia sejak ia di lahirkan kemuka
bumi dari musuhnya, yaitu syetan dan iblis. Itulah kewajibn orang tua terhadap
putra-putrinya, agar keduanya mendidik dan mengajarkan agama dengan baik dan
benar kepada mereka sejak kecil hingga dewasa.
Upaya-upaya
mengusir syetan dan iblis dari dalam diri manusia Rasulullah SAW., menjelaskan
dalam beberapa hadist, antara lain :
a. Membacakan
azan ditelinga bayi
Rahasia
mengazani dan mengiqomahi seorang bayi sebagaimana menurut HM.Hamdani Bakran
Adz-Dzaky dalam bukunya berjudul Konseling
dan Psikoterapi Islam, Ibnul Qoyyim al-Jauziyah dalam kitabnya Tuhfatul Maudud menyebutkan ialah agar
supaya getaran pertama kali yang didengar oleh seorang manusia itu adalah
kalimat panggilan agung yang mengandung kebesaran dan keagungan Allah SWT.
serta kesaksian pertama memasiki Islam. Dam manfaat dari azan itu agar mengusir
syetan, karena ia selalu mengintai anak itu hingga itu di lahirkan.( HM.Hamdani
Bakran Adz-Dzaky,2001:96)
b. Mentahnik
bayi
Mentahnik
seorang bayi yang baru lahir hukumnya adalah sunnah (yang sering dilakukan oleh
Rasulullah SAW.), yaitu mengunyahkan makanan yang pertama sekali, kemudian
memasukkan hasil kunyahan itu ke dalam mulut bayi yang baru lahir itu sambil
beliau berdoa agar ia mendapat berkah dari Allah SWT.
c. Mencukur
rambut
Cara
mencukur rambut ini ada beberapa pendapat, ada yang mengatakan sedikit saja sebagai
simbolik ada juga yang mengatakan dicukur secara keseluruhan (gundul). Akan
tetapi Rasulullah SAW. melarang mencukur sebagian rambut kepala dan membiarkan
sebagian yang lainnya, karena merupakan perbuatan yang menganiaya kepada
kepala. Rasulullah SAW. sangat memperhatikan agar seseorang muslim memiliki
penampilan yang patut, indah dan menarik dihadapan masyarakat. Oleh karena itu
beliau melarang keras cara-cara memotong atau mencukur rambut yang tidak
sempurna itu, karena hal itu dapat mengurangi kepribadian Islam yang menjadi
khas dan pembeda antara seorang muslim dengan pemeluk agama lain.
d. Memberi
nama yang baik
Hendaknya
dalam memberikan nama kepada seorang anak adalah dengan nama-nama yang baik,
benar dan indah. Janganlah memberikan sebuah nama kepada seorang anak dengan
nama yang mengandung makna yang dapat mencelakakan dan menghinakannya kelak ia
telah menjadi besar dan dewasa. “Sesungguhnya
kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan menyebut nama-nama kalian dan
nama-nama kalian”.(HR.Abu Dawud dari Abu Darwa RA).
e. Aqiqah
Para
ulama berselisih pendapat tentang definisi aqiqah. Sebagian berpendapat bahwa
aqiqah adalah menyembelih hewan kembar karena adanya kelahiran bayi. Sebagian
yang lain mengatakan bahwa aqiqah adalah memotong rambut bayi. Menurut
HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky dalam bukunya berjudul Konseling dan Psikoterapi Islam, Imam Jauhari mengatakan bahwa,
aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.
Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan, dari penjelasan ini, nyatalah aqiqah itu disebut
demikian karena mengandung dua unsure di atas ini lebih utama.
f.
Pengkhitanan
Makna
khitan secara bahasa berarti memotong kulup (kulit) di atas kepala zakar,
sedangkan secara istilah memotong kulit yang ada di sekitar ujung zakar atau
batas pergelangan zakar yang telah di tentukan hukum syara. Menurut HM.Hamdani
Bakran Adz-Dzaky dalam bukunya berjudul Konseling
dan Psikoterapi Islam, Ibnu Hajar mengatakan, “Al-Khitan” adalah isim masdar dari kata “Khatana” yang berarti “memotong”, sama dengan “Khatn” yang berarti memotong sebagian benda yang khusus dari
anggota badan yang khusus pula. ( HM.Hamdani Bakran Adz-Dzaky,2001:108)
g. Pendidikan
agama yang benar
Pendidikan
agama hukumnya fardhu’ain, yaitu wajib bagi siapa saja yang telah mengaku dan berikrar
“bahwasanya tidak ada sesembahan melainkan Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad
SAW. adalah utusan Allah”. Syahadat Ilahiyah dan Rusuliyah itu harus
diimplementasikan secara kongkrit dengan adanya pendidikan agama. Yaitu ajaran
Islam yang memiliki pondasi utama yang vital ialah pendidikan tauhid; hal mana
aplikasi dan empirisnya telah diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW. ( HM.Hamdani
Bakran Adz-Dzaky,2001:88-101)
2. Dampak Kegagalan Mengalahkan Syetan dan Iblis
Hamba-hamba
Allah yang dapat mengalah syetan dan iblis adalah para Nabi, Rasul, Auliya dan
orang-orang Shalih. Karena ketaatan, kecintaan dan ketauhidannya kepada-nya,
maka Allah telah memberi mereka Ma’unah (pertolongan), Karamah(kewalian) dan
Mu’jizat (kemuliaan para Nabi-Rasul). Dengan potensi-potensi itulah mereka
dapat mengalahkan keduanya; dan semata-mata Allah jualah yang memberikan
pertolongan agar keduanya keluar dan menjauhkan diri dari mereka.
Strategi
yang harus dilakukan oleh seorang hamba dalam memerangi syetan dan iblis harus
benar-benar jitu dan akurat. Karena keduanya sangat hakus, licik, ulet dan
laten. Jangan sampai keduanya bersatu pada dalam menghancurkan manusia. Iblis
lebih halus dan selalu berada di dalam tubuh manusia dan ia selalu mengintai
kapan kondisi sesesorang itu lemah dan lalai. Sedangkan syetan lebih banyak
berada diluar manusia.
Aktifitas
syetan dan iblis dalam batin manusia ibarat aktifitas virus yang ada dalam
tubuh. Kapan dan dimana ada kesempatan yang baik, virus itu akan meyerbu dan
menghancurkan pertahanan tubuh manusia, yaitu pada saat stamina tubuh mengalami
kelemahan. Saat itulah virus akan melakukan serangan secara jitu,
sehinggadengan satu gebrakan saja tubuh menjadi lemah, sakit dan lumpuh bahkan
akhirnya mati. Aktifitas virus yang ada dalam tubuh manusia, sama dangan
aktifitas yang dilakukan oleh syetan dan iblis. Mereka juga selalu mengintai
dan menanti-nanti waktu dan saat yang tepat melumpuhksn potensi-potensi yang
ada dalam diri manusia, yaitu ketika mental menjadi goyang dan moral mulai
rusak.
Pintu-pintu yang meyebabkan kekalahan
manusia atas syetan dan iblis sangat banyak, diantaranya ialah:
1. Lemah
nya akal fikiran, kesadaran dan keingatan terhadap Allah SWT.
2. Putus
asa.
3. Sombong.
4. Rakus,
tama dan serakah.
5. Riya(pamer).
6. Bermegah-megahan.
7. Berbuat
curang.
Itulah
beberapa hal yang merupakan penyakit-penyakit rohani dan sekaligus merupakan
lubang-lubang yang menyebabakan iblis dan syetan dapat berjaya leluasa
menghancurkan kimanan yang ada dalam dada. Agar supaya manusia tidak terkenak
penyakit-penyakit batin yang brbahaya itu, maka sangat butuh perjuangan
batiniyah yang kuat, ulet dan kokoh.
Dampak
yang sangat besar bagi manusia, apabila ia mengalami kegagalan dalam memerangi
syetan dan iblis adalah hancurnya potensi-potensi ketuhanan yang telah Allah
anugrahkan kepadanya serta bencana bagi lingkungannya.
Adapun
beberapa dampak kekalahan manusia atas syetan dan iblis secara individu ialah:
1. Akal
fikiran tidak dapat lagi berfikir positif, dan menghasilkan kemuliaan ,
kedamaian dan ketertiban
2. Daya ingatan sangat kuat terhadap hal-hal yang
bruk, jahat dan merusak, ketimbang hal-hal yang baik, manfaat dan hikmah
3. Akal
fikiran tidak mampu atau enggan menghasilkan fikiran-fikiran dan ide-ide untuk
meraih keimanan dan ketakwaan yang sempurna
4. Jiwa
selalu cenderung menggerakan seluruh anggota jasmani untuk berbuat kedurhakaan
dan dosa, sehingga perkataan, sikap dan tingkah lakuselalu merugikan orang lain
5. Tidak
mempunyai perasaan belas-kasih sayang kepada orang yang lemah, bahkan cendarung
untuk menyiksa dan menyakitkan mereka.
6. Telinga
tuli dari kebenaran dan enggan mendengar ayat-ayat allah
Sedangkan dampak
dan pengaruh dari seorang manusia yang telah mengalami kegagalan dalam
memerangi syetan dan iblis itu sangat besar dan berbahaya bagi lingkungannya.
Apalagi ia telah memiliki kedudukan dan posisi penting dalam suatu kelompok
masyarakat, bangsa atau negara. Besar dan kecilnya, luas dan sempitnya pengaruh
itu tergantung posisi orang itu. Jika ia memegang posisi regional, ;jika
posisinya mencakup nasional , maka daya jangkauanyapun sesuai dengan kekuasaan
dan posisi secara fungsional.
Ciri-ciri
syetan :
Ciri-ciri
syetan itu sudah dijelaskan di dalam Al-Quranul karim. Diantara ciri-cirinya
itu ialah :
1) Membisikan
perkataan yang indah dan menarik, untuk memperdaya manusia.
2) Suka
membujuk manusiaa untuk berbuat maksiat, sehingga mereka menganggap baik segala
perbuatan keji dan mungkar di bumi ini.
3) Berusaha
mencegah orang yang ingin berjalan di jalan Allah.
4) Berusaha
menimbulkan pertentangan di dalam masyarakat, sehingga terjadi perselisihan,
tuduh-menuduh, saling menfitnah dan melempar isu-isu beracun, sehingga
mengakibatkan permusuhan dan kekacauan dalam masyarakat.
5) Mencegah
orang mengingat Allah (Shalat), baik secara langsung maupun tidak langsung.
6) Suka
menakut-nakuti orang Islam, dengan berbagai ancaman, jika tidak mau mengikuti
kehendaknya.
7) Menakut-nakuti
orang Islam dengan kekafiran dan kemiskinan, bila orang Islam menginfakkan
harta bendanya ke jalan allah, sehingga akhirnya mereka mencari-cari alasan
untuk tidak membelanjakan hartanya di jalan Allah.
8) Berusaha
menjerumuskan orang Islam dalam kesesatan, dengan berpura-pura menampakkan niat
baik berjuang untuk kepentingan umat Islam.(Drs.Abubakar Muhammad: 151-154)
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dalam
hadist yang bersumber dari Abdullah bin Mas’ud RA. yang diriwayatkan oleh Imam
Muslim dimana Rasulullah SAW. menerangkan bahwa dalam diri setiap manusi
terdapat dua departemen, yaitu departemen jin atau syetan dan malaikat. Tetapi
bagi Rasulullah SAW. syetan yang berada didalam diri beliau telah dilenyapkan
oleh Allah. Bagaimana dengan kita? Tentu saja apa bila kita mengikuti dan
meneladani proses perjalanan keimanan, ketakwaan, serta ketauhidan beliau
kepada Allah SWT. Dengan sungguh-sungguh, disiplin dan semangant yang tinggi
Insya Allah, Dia pun akan menghilangkan syetan-syetan dan iblis-iblis itu dari
dalam diri kita.
Hamba-hamba
Allah yang dapat mengalah syetan dan iblis adalah para Nabi, Rasul, Auliya dan
orang-orang Shalih. Karena ketaatan, kecintaan dan ketauhidannya kepada-nya,
maka Allah telah memberi mereka Ma’unah (pertolongan), Karamah(kewalian) dan
Mu’jizat (kemuliaan para Nabi-Rasul). Dengan potensi-potensi itulah mereka
dapat mengalahkan keduanya; dan semata-mata Allah jualah yang memberikan
pertolongan agar keduanya keluar dan menjauhkan diri dari mereka.
2. Saran
Semoga dengan
adanya makalah ini dapat mengetahui pengetahuan pembaca tentang Tempat Syetan
dan Iblis serta Dampak Kegagalan Mengalahkan Syetan dan Iblis. Penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
DAFTAR
PUSTAKA
Bakran
Adz-Dzaky. HM.Hamdani. Konseling dan
Psikoterapi Islam. Fajar Pustaka Baru. Jogyakarta : 2001
Muhammad.
Drs.Abubakar. Membangun Manusia
Seutuhnya. Al Ikhlas. Surabaya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar